Bonestown*

“Kau lihat ini?” Aku memalingkan wajah pada Ernesto. Sontak memicing. Anak itu sedang meringis. Memamerkan barisan giginya. Salah satunya bergerak-gerak karena didorong dengan lidah. Aku mengernyit resah. “Ini sudah hari ketiga kau melakukannya. Lakukan sekali lagi maka akan kutarik gigimu itu.” Ernesto berhenti dan menyeringai. “Tapi aku senang,” jawabnya membela diri. Dengan lengan baju dia menghapus lelehan ingus yang kini berkilat di pipinya. Aku bergidik … Continue reading Bonestown*

C U B I T

Anak itu penurut sekali, sekali dipanggil pasti langsung datang. Sebenarnya ia sayang padanya. Apalagi itu memang anaknya sendiri. Tapi jika sakit kepalanya kumat ia jadi gampang marah-marah dan sedikit saja anak itu bertingkah, sudah cukup memberi alasan untuk mencubitinya. Cubitan pertama membuat anak itu berjengit dan beringsut pergi, tapi ia akan segera memberikan cubitan kedua yang lebih keras dan menggigit, membuat pecah tangisnya. Untuk pekikan … Continue reading C U B I T