sang sejuk

“Apakah akan berbekas?” Eliana menggeleng pelan, melirik sekilas pada kerutan di antara kedua alis putrinya. “Kuharap tidak.” Dengan hati-hati dimasukkannya gunting, plester, serta sisa kasa ke dalam kotak plastik yang tadinya adalah kotak makan. Paling tidak benda itu masih berfungsi. “Kau masih belum boleh membasahinya. Harus berapa kali kukatakan.” “Apakah masih boleh naik sepeda?” tanya Lily tak sabar. Belum sempat Eliana memberikan jawaban, Lily sudah … Continue reading sang sejuk